Mau Mudik Selamat? Lakukan Empat Tips Pengecekan Ban Ini

Mau Mudik Selamat? Lakukan Empat Tips Pengecekan Ban IniMau Mudik Selamat? Lakukan Empat Tips Pengecekan Ban Ini

Mudik butuh persiapan. Salah satunya untuk Anda yang naik mobil, periksalah ban sebelum berkendara. Sebab, ialah satu-satunya komponen yag bersinggungan langsung dengan jalan.

Ketika kondisi ban jelek, maka potensi kecelakaan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya. Agar lebih nyaman dan selamat saat mudik, ada baiknya lakukan empat tips di bawah ini:

1. Periksa Tanda Keausan

Setiap ban punya tread wear indicator (TWI), karet menonjol di beberapa bagian alur. Agar mudah mencarinya, Anda bisa cek di dinding karet bundar lambang segitiga. Posisi TWI sejajar segitiga tersebut. Jika tapak ban sudah sama tinggi dengan TWI, maka waktunya ganti ban baru.

Ketika Anda melihat pola keausan yang tidak rata, bisa pula lakukan rotasi ban setiap 5.000 Km. “Atau mudahnya setiap penggantian oli mesin. Khusus ban dua arah, rotasi bisa dilakukan silang. Artinya, ban depan sisi kanan ditukar dengan ban belakang sisi kiri, begitu seterusnya,” ujar Department Manager Training and Product Evaluation PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi saat ditemui di Karawang, beberapa waktu lalu.

2. Cek Benda Asing

Seiring pemakaian, benda asing kerap menempel di ban. Baik itu permen karet, batu yang terselip di sela-sela alur dan lain-lain. Jangan sampai dibiarkan. Ada kemungkinan benda asing itu merusak ban. Jadi sebelum terjadi, bersihkan!

3. Lihat Tanda Kerusakan

Secara kasat mata, Anda bisa melihat kerusakan ban. Misalnya sobek atau retak. Jika memang ada, lebih baik lakukan penggantian. Tujuannya untuk menghindari potensi pecah ban saat mudik.

4. Pastikan Tekanan Angin

Tekanan angin yang terlalu tinggi, menyebabkan pijakan ban ke aspal lebih kecil. Efeknya bisa meningkatkan potensi mobil tergelincir saat melewati jalan licin. Sementara bila tekanan angin kurang atau kempes, pijakan ban semakin lebar ke jalan. “Jadinya tarikan terasa berat, bahan bakar juga lebih boros,” ujar Deni.

Maka dari itu, tekanan angin harus disesuaikan dengan standar masing-masing mobil. Detail angkanya biasa terletak di pelat kecil yang terletak di bagian bawah, sisi dalam pintu pengemudi. Jika tekanannya pas, maka kontak tapak ban ke aspal jadi sempurna. Karet bundar lebih apik menopang beban mobil. Di samping itu, usia ban juga semakin lama.

SUMBER : oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *